Dinda-ku sayang.....
Abang sekarang akan mengaku sekarang...
Selain dirimu, abang sangat dekat dengan dia. dikala abang tidak bersamamu, abang habiskan bersama dia.
Dia selalu penurut dan tidak rewel, dia menghibur abang dengan suaranya yang merdu.
Dia tidak pernah marah, walaupun sering abang tinggalkan di sudut kamar yang gelap.
Bersama dia, abang mengarungi kerasnya malam...
Bersama dia, abang berkelana dari kafe ke kafe, dari hotel ke hotel, dari kantor ke kantor, dari hajatan ke hajatan yang lain.
Pinta Abang, janganlah dinda memarahi dia, karena bagaimanapun dia juga ikut mencarikan rejeki untuk keluarga kita.
Janganlah juga dinda cemburu kepada dia, karena diapun tidak cemburu melihat hubungan kita.
Abang janji, tatkala dia sudah uzur, abang akan jual dia dan mencari pengganti dia yang lebih muda
Dan pengganti dia yang lebih muda-pun akan menemani hari-hari abang, tatkala tidak bersama dinda
Oh, iya dinda...
Ini abang kirimkan juga foto dia, jangan dirobek-robek ya, susah, karena daripada itu bukan dari kertas......he he he
cup..cup..cup, cium dari abang dendri yg lagi nunggu servis mobil sambil ngenet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar