Perkembangan dunia permusikan yang memprihatinkan.
Seiring dengan kemajuan tehnologi, kebutuhan dan daya beli masyarakat, organ tunggal menjadi pilihan profesi yang menjanjikan.
Di kotaku sendiri pemain organ tunggal menjamur, apalagi dengan adanya fasilitas kredit pembelian alat musik dan makin banyaknya produksi "song file"
Ini adalah cerita dari seorang penyanyi profesional di kota-ku.
Pernah suatu saat dia diundang ke suatu Hajatan, yang punya gawe sudah mengundang pemain organ tunggal.
Si penyanyi mencoba mencocokkan lagu yang akan dibawakan, katanya, "bang, aku nanti mau nyanyi lagunya KD, mencintaimu, nadanya F ya..."
"Aduh, mbak.. nada F itu yang gimana sih, Nanti mbak nyanyi lagu ini saja"
Kemudian pemain organ tersebut menyodorkan song list yang sudah diketik rapi.
Ternyata pemain itu gak bisa bermain musik sama sekali, dia hanya bisa memainkan lagu yang ada di flashdisk-nya.
Bahkan fungsi "transpose" aja dia gak tau, alhasil banyak penyumbang di hajatan tersebut tercekik, juga ada yang bernyanyi versi metal...grrrhhh....
Yang lebih mengerikan lagi, tiap kali penyumbang berantakan dalam menyanyi, krn tidak cocok nada-nya dan krn tidak hapal urutan lagu, pemain tersebut mengambil mic dan berkata, 'kalo gak bisa nyanyi, gak usah nyumbang aja...."
Inilah "DJ" di dunia Organ Tunggal......
Ada juga pengalamanku sendiri,
Suatu saat saya menghadiri hajatan seorang teman.
Wuih, keren... Pemain organ merangkap menjadi penyanyi.
Setelah bla bla bla sedikit, dia mulai menyanyi...
Aku perhatikan, permainan tangan nya tidak sejalan dengan musik yang terdengar, ketika terdengar melodi, malah tangan kanannya ambil minum......ah mungkin dia pake song file pikirku..
Yang lebih hebat lagi, pada waktu reffrain, ada suara duanya yang sama persis dengan suaranya..???
Apa mulutnya bisa bercabang ya, yang satu cabang nyanyiin suara satu, yang lain nyanyiin suara duanya.
Selidik punya selidik, ternyata yang terdengar adalah suara kaset yang disetel temannya di operator sound system, jadi pemain tersebut hanya pura-pura buka mulut sesuai lagu yang terdengar.
Istilah kerennya "lipsing" pa ya..?
Jadi ingat kasus "Mili Vanelli" yang terkenal dengan Lipsing-nya
Aku pikir, kalo dihubungkan dengan kesulitan ekonomi, semua itu sah sah saja.
Tapi kalo dihubungkan dengan dunia seni, semua itu sangat memprihatinkan.
Cibuk Lor.18072010
Curhat jadi pengangguran di hari Minggu
Seiring dengan kemajuan tehnologi, kebutuhan dan daya beli masyarakat, organ tunggal menjadi pilihan profesi yang menjanjikan.
Di kotaku sendiri pemain organ tunggal menjamur, apalagi dengan adanya fasilitas kredit pembelian alat musik dan makin banyaknya produksi "song file"
Ini adalah cerita dari seorang penyanyi profesional di kota-ku.
Pernah suatu saat dia diundang ke suatu Hajatan, yang punya gawe sudah mengundang pemain organ tunggal.
Si penyanyi mencoba mencocokkan lagu yang akan dibawakan, katanya, "bang, aku nanti mau nyanyi lagunya KD, mencintaimu, nadanya F ya..."
"Aduh, mbak.. nada F itu yang gimana sih, Nanti mbak nyanyi lagu ini saja"
Kemudian pemain organ tersebut menyodorkan song list yang sudah diketik rapi.
Ternyata pemain itu gak bisa bermain musik sama sekali, dia hanya bisa memainkan lagu yang ada di flashdisk-nya.
Bahkan fungsi "transpose" aja dia gak tau, alhasil banyak penyumbang di hajatan tersebut tercekik, juga ada yang bernyanyi versi metal...grrrhhh....
Yang lebih mengerikan lagi, tiap kali penyumbang berantakan dalam menyanyi, krn tidak cocok nada-nya dan krn tidak hapal urutan lagu, pemain tersebut mengambil mic dan berkata, 'kalo gak bisa nyanyi, gak usah nyumbang aja...."
Inilah "DJ" di dunia Organ Tunggal......
Ada juga pengalamanku sendiri,
Suatu saat saya menghadiri hajatan seorang teman.
Wuih, keren... Pemain organ merangkap menjadi penyanyi.
Setelah bla bla bla sedikit, dia mulai menyanyi...
Aku perhatikan, permainan tangan nya tidak sejalan dengan musik yang terdengar, ketika terdengar melodi, malah tangan kanannya ambil minum......ah mungkin dia pake song file pikirku..
Yang lebih hebat lagi, pada waktu reffrain, ada suara duanya yang sama persis dengan suaranya..???
Apa mulutnya bisa bercabang ya, yang satu cabang nyanyiin suara satu, yang lain nyanyiin suara duanya.
Selidik punya selidik, ternyata yang terdengar adalah suara kaset yang disetel temannya di operator sound system, jadi pemain tersebut hanya pura-pura buka mulut sesuai lagu yang terdengar.
Istilah kerennya "lipsing" pa ya..?
Jadi ingat kasus "Mili Vanelli" yang terkenal dengan Lipsing-nya
Aku pikir, kalo dihubungkan dengan kesulitan ekonomi, semua itu sah sah saja.
Tapi kalo dihubungkan dengan dunia seni, semua itu sangat memprihatinkan.
Cibuk Lor.18072010
Curhat jadi pengangguran di hari Minggu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar