Sabtu, 24 Juli 2010

Pemusik Malam

Pagi tadi, sekitar pukul 2, sepulang dari tugas rutin di Pandan Garden Resto, aku mampir ke warung Indomie.

Sesampai di sana, ternyata sudah berkumpul beberapa orang yang sedang asyik ngobrol sana ngobrol sini.
Ada yang menarik dari orang-orang tersebut, wajahnya memerah, matanya juga, dan nafasnya berbau naga.

Sambil menunggu pesanan indomie goreng 'tante' alias 'tanpa telur' aku ikut mendengarkan obrolan mereka.

"Wah, di tempat-ku tadi ada tamu nyanyi terus, bikin seret tip-nya, karena tamu yang lain jadi sebel, trus pulang gak kasih tip..."
"Kalo di tempatku, tadi malah telat pentasnya, nunggu tukang kendang"
"Eh,..si Bedjo bisa nggak ya, besok malam minggu ngebantu gitar di tempatku"
"coba tanya aja sendiri, nih nomer hape-nya...."

Oh, ternyata mereka semua pemusik, dan dari percakapan mereka, aku simpulkan mereka dari group 'orkes melayu'

Yang menarik pikiranku, kenapa mereka seragam, wajah memerah, mata juga memerah, dan nafas berbau khas.
Apakah mereka vampire ya....? ternyata tidak, mereka adalah pamusik yang sudah master, tapi master of drunken...drunken master, alias dewa mabuk.




Apakah pemusik malam identik dengan drunken master..?

Memang dunia malam dan alkohol sangat berhubungan erat, malam yang dingin patut dihangatkan oleh Mr. Jack Daniel. Miss Contreu, Bapak Topi Miring, Mbokde Lapen, dan Keluarga 'mben-omben" yang lain.

Sebagai pekerja malam, para pemusik sangat susah menahan godaan tersebut, apalagi kalo tamu berduit sudah "flying without wing'.
Mereka akan menawarkan dan mencekoki pemusik dengan minuman, dan akan marah besar jika tawarannya ditolak.

Dan setelah sekian lama di dunia malam, akhirnya upacara minum-meminum dan cekok-mencekoksudah jadi kebiasaan yang mana juga menjadi 'kecanduan'

Sudah jatuh, tertimpa tangga.
Bayaran main musik sedikit, harga minuman mahal, padahal mereka sudah kecanduan.
Akhirnya ekonomi morat-marit, keluarga berantakan....kasihan bener.

Kupikir, menjadi Pemusik Malam tidak hanya membutuhkan skill musik aja, tapi juga skill untuk menahan godaan-godaan dunia malam.

Pemusik Malam harus belajar ilmu 'Joyoendho'
Ilmu menghindar dari upacara minum-meminumi dan cekok-mencekoki





Setelah Indomie 'tante' kuhabiskan, dan kubayar, aku berpamitan dengan mereka semua,
"Mari semuanya, aku pamit duluan..."
"Mangga-mangga,mas...silahkan...."

Guubrraaak................Aku tepar di trotoar, kakiku diikat oleh Red Label...
Aduh sorry...si Bandel 'Red Label',...... dirimu belum kusebut-sebut dari tadi...



















He he he
Cibuk Lor, 24072010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar