Pohon Randu Alas di desaku berbunga.
Daun-daunnya berguguran berganti bunga merah muda memenuhi ranting-ranting pohon.
Kata tetanggaku, daun dan bunga randu alas tidak pernah bisa akur, saatnya berbunga, daun daun akan berguguran.
Begitu juga saat berdaun, bunga-bunga akan berguguran berganti dengan daun yang menghijau.
Biasanya jika randu alas berbunga, saat itu saat udara dingin, ini juga kata tetanggaku.
Wah, tetanggaku ini ternyata menerapkan "ilmu titén", Yang sangat jarang digunakan saat ini.
Ilmu titén, ilmu memperhatikan kejadian-kejadian sekitar, baik alam maupun manusia, dan mencatat dalam pikiran sebab maupun akibat kejadian tersebut.
Manusia sekarang sudah jarang memperhatikan alam sekitar, mungkin karena kesibukan atau mungkin karena adanya sarana-sarana modern.
Manusia dulu, tau membedakan mana mendung yg berarti hujan, mana mendung yang tidak akan menjadi hujan.
Berbeda dengan manusia sekarang, sudah tidak perduli, mau hujan mau tidak, toh dia memakai mobil.
Begitu juga alam sekarang, susah untuk dititéni, susah untuk dihapal prilakunya, mungkin karena global warming, kemajuan teknologi yang tidak manusiawi, keserakahan pembangunan dan macam-macam.
Sebenarnya gak usah sampai niténi, atau menghapalkan, tapi memberi perhatian yang cukup untuk alam sekitar bisa membuat efek yang dahsyat bagi kehidupan.
Cobalah perhatikan bunga-bunga yang mekar di halaman, dengarlah kicauan burung di ranting pohon, perhatikan hijaunya daun- daun dan rumput-rumput yang bergoyang diterpa angin.
Coba dengarkan gemericik air di empang kecil, pandangi birunya langit dan awan yang berarak.
Sungguh, alam sedang berbicara dengan anda dari hati ke hati.
Cibuk lor, awal Agustus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar